Dalam hubungannya dengan pertanian banyak upacara-upacara yang dilakukan, misalnya: Upacara pertanian di pulau Sawu yang dilaksanakan dalam bulan Kelia Wadu yakni Juli-Agustus membawa persembahan memanggil mayang dan air nira. Bulan Agustus – September dilakukan upacara permohonan agar pohon lontar mempunyai banyak mayang dan nira. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Budaya Sabu | Bertanda adat sabu, kematian, upacara adat | Tinggalkan sebuah Komentar »
Merupakan pulau terpencil dengan sifat mobilitas tinggi. Karena itu penyebarannya ke seluruh Nusa Tenggara Timur cukup menyolok. Dari Kabupaten Kupang dapat dijangkau dengan kapal laut dan 45 menit penerbangan. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Yaitu upacara pengucapan syukur panen yang dirayakan dengan pertandingan Pehere Jara yang diiringi dengan musik tradisional, seperti gong dan tambur disertai alunan syair Lanjut Baca »
Ditulis dalam Budaya Sabu | 1 Komentar »
Tempat ini terletak di desa Menia kec. Sabu Barat, kurang lebih 10 Km dari pusat kota Seba. Merupakan tempat rekreasi pemandian yang sangat asri Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tempat wisata | 2 Komentar »
Untuk memperlancar arus transportasi di Kabupaten Sabu Raijua, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua melakukan pengukuran badan jalan yang akan diperlebar dari sebelumnya hanya lima meter menjadi 12 meter. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Seputar Sabu Raijua | 2 Komentar »
Bertempat di Desa Menia Kecamatan Sabu Barat, Jumat (25/3) kemarin, Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome membuka pasar umum rakyat mandiri yang didanai dengan dana PNPM tahun 2009.
Pasar yang dikerjakan dengan dana senilai Rp 168 juta ini bertujuan agar masyarakat di Desa Menia bisa melakukan transaksi jual beli, sehingga kehidupan perekonomian di wilayah tersebut bisa berjalan lancar.
Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome saat memberikan arahan ketika membuka pasar umum mandiri di Lanjut Baca »
Ditulis dalam Seputar Sabu Raijua | Tinggalkan sebuah Komentar »